Suksesi Negara


SUKSESI NEGARA
Negara-negara tidaklah bersifat statis melainkan bersifat dinamis, dalam arti bahwa Negara-negara tersebut terus berkembang sesuai dengan tingkat kebudayaan yang dimilikinya. Namun demikian, tidaklah semua Negara dapat terus berkembang. Ada beberapa Negara yang malah kehilangan sebahagian dari wilayahnya. Hilang atau lenyapnya Negara menyangkut persoalan-persoalan peralihan hak dan kewajiban dari Negara sebelumnya kepada Negara yang menggantikan kedudukannya dan untuk menggambarkan keadaan ini digunakan istilah state succession.
Secara harfiah,istilah suksesi Negara (state succession) berarti “penggantian atau pergantian Negara”. Maka suksesi Negara adalah suatu keadaan dimana terjadi perubahan atau penggantian kedaulatan dalam suatu Negara sehingga terjadi semacam “pergantian Negara” yang membawa akibat-akibat hukum yang sangat kompleks. Negara yang lama atau Negara yang “digantikan” disebut dengan istilah Predecessor State, sedangkan Negara yang “menggantikan” disebut Successor State.
Menurut kenyataannya atau secara factual, suksesi Negara terjadi karena 2/lebih Negara bergabung menjadi satu federasi, konfederasi, atau suatu Negara kesatuan; dapat pula terjadi karena cessie, aneksasi, emansipasi, dekolonisasi dan integrasi.

2. JENIS-JENIS SUKSESI NEGARA
Dibedakan atas 2 yakni:
a. Universal succession (suksesi keseluruhan), terjadi apabila suatu Negara secara keseluruhan dicaplok oleh Negara lain, baik karena ditaklukkan maupun karena meleburkan diri kedalam Negara lain secara sukarela. Ini juga dapat terjadi kalau suatu Negara pecah-belah menjadi beberapa Negara bagian yang masing-masing menjadi “international person” ataupun dicaplok semua oleh Negara yang mengelilinginya.
b. Partial succession (suksesi sebagian), terjadi apabila sebagian daripada wilayah Negara memisahkan diri dari kesatuan lewat revolusii dan menjadi “international person” sendiri sesudah mencapai kemerdekaannya. Ini bisa juga terjadi kalau Negara memperoleh sebagian dari wilayah Negara lain dengan cara sukarela(cession). Cara lain dari terjadinya partial succession ialah kalau Negara yang berdaulat dan merdeka penuh masuk ke dalam Negara federal.

3. CARA-CARA TERJADINYA SUKSESI NEGARA
a. Revolusi, adalah perombakan tatanan yang sudah menetap, yang tidak semata-mata mengganti penguasa yang satu dengan yang lain, tetapi mengganti system religius, politik, dengan system yang lain.
b. Perang, dalam arti umum adalah suatu kontes (pertandingan) antara 2 negara atau lebih terutama melalui angkatan bersenjata mereka, dan tujuan akhir dari setiap kontestan ialah untuk mengalahkan yang lain dan mengenakan syarat-syarat sendiri untuk perdamaian.
c. Perubahan wilayah secara damai. Cara-cara damai yang dimaksud adalah bahwa pergantian pemegang kedaulatan atas wilayah-baik seluruh ataupun sebagian-terjadi dengan kehendak dan kesukarelaan Negara yang digantikan kedaulatannya atas wilayah tersebut.

4.AKIBAT HUKUM SUKSESI NEGARA PADA UMUMNYA
Menurut common doctrine,dalam hal terjadinya suksesi Negara, maka segala hak dan kewajiban Negara yang lama lenyap bersama dengan lenyapnya Negara itu dan kemudian beralih kepada Negara yang menggantikan. Sedangkan mereka yang berpegang pada teori tabula rasa menyatakan bahwa suatu Negara yang baru lahir akan memulai hidupnya dengan hak-hak dan kewajiban yang sama sekali baru. Dengan kata lain, tidak ada peralihan hak dan kewajiban dari Negara yang digantikan
Beberapa pokok masalah yang timbul sebagai akibat hokum dari suksesi Negara ini antara lain mengenai:
a. suksesi Negara dan harta kekayaan Negara
b. suksesi Negara dan kontrak-kontrak konsesional
c. suksesi Negara dan hak-hak privat
d. suksesi Negara dan tuntutan-tuntutan terhadap perbuatan melawan hukum

5. AKIBAT HUKUM SUKSESI NEGARA PADA PERJANJIAN-PERJANJIAN INTERNASIONAL
Pengertian Perjanjian disini menurut Konvensi Wina thn 1969 psl 2(1) adalah suatu persetujuan internasional yang dibuat antara Negara-negara dalam bentuk tertulis dan diatur oleh hukum internasional, baik dalam satu instrument maupun dua atau lebih instrument yang berhubungan dan apapun nama instrument tersebut.
Ada yang beranggapan bahwa, dengan musnahnya suatu Negara, hilang pula hak dan kewajiban perjanjiandari Negara yang musnah tersebut. Tidak beralihnya semua hak dan kewajiban perjanjian itu kepada pihak ketiga sesuai dengan asas pacta tertiis nec nocent nec prosunt, artinya bahwa perjanjian tertentu tetap berlaku atau mengikat para pihak perjanjian itu sendiri.
Sebagai pengecualian, seperti yang dikemukakan J.G.Starke yaitu perjanjian-perjanjian mengenai servitut, konvensi-konvensi multilateral mengenai obat-obatan, kesehatan, perjanjian perbatasan; tetap dilaksanakan sekalipun wilayah itu berpindah kekuasaan.
6. AKIBAT HUKUM SUKSESI TERHADAP HUTANG-HUTANG NEGARA
Menurut teori dan praktek dari Negara-negara menunjukkan bahwa harta benda milik Negara itu pada umumnya beralih kepada Negara pengganti. Sebaliknya tidaklah demikian halnya dengan kewajiban untuk menanggung hutang-hutang dari Negara yang digantikan. Dalam hal hutang dari Negara yang digantikan, para pakar hukum internasional banyak berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa mengenai sifat untuk menerima hutang dari Negara yang digantikan adalah merupakan kewajiban hokum, yakni berdasarkan teori negative yang menyatakan bahwa Negara pengganti menerima hutang-hutang Negara yang digantikan sebagai ex gratia (kebaikan hati) dan tidak berdasarkan kepada kewajiban yang dibebankan oleh hukum internasional.
Dalam perkembangan hukum internasional sekarang ini,menunjukkan bahwa Negara pengganti memikul tanggung jawab terhadap hutang-hutang yang dibuat oleh negara yang digantikannya. Dengan syarat bahwa hutang-hutang yang dibuat oleh Negara digantikan itu haruslah benar-benar untuk kepentingan nasional dan tidak untuk kepentingan golongan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s