2 tanggapan untuk “Batujai (28)

  1. NAMA : ABDURRAHMAN
    NIM : C1M010148
    Program Studi : AGROEKOTEKNOLOGI

    UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU PERTANIAN

    SOAL:
    1. Jalaskan mengapa pertanian dengan berbagai aktifitasnya sangat penting bagi manusia?
    2. Nusa Tenggara Barat adalah provinsi yang menjadi lumbung padi nasional, seperti provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Namun dari berbagai informasi dan berita, sering kita mendengar atau membaca bahwa masih ada warga NTB yang kelaparan dan kekurangan gizi. Jika ditinjau dari persepektif bidang pertanian, mengapa bisa terjadi keadaan seperti ini bisa terjadi?
    3. pertanian khususnya dalam pertanian bercocok tanam akan berhasil dengan baik, jika petani melakukan Sapta Usaha dalam kegiatan usaha taninya. Apakah saja Sapta Usaha tersebut? Jelaskan secara ringkas!
    4. Apakah faktor lingkungan yang paling berpangruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman pertanian? Berikan alasan logis yang saudara anggap paling banar!
    5. Uraikan bagaimana sejarah pertanian sejak awal sampai menjadi pertanian yang modern seperti sekarang ini, ditinjau dari fase kehidupan manusia yang berburu, berpindah-pindah sampai menetap!

    JAWABAN:
    1. Karena di Indonesia adalah kehidupanya sebagian besar petani dan pertanian sebagai tulang punggung kehidupan manusia karena pertanian adalah sumber pendapatan Negara dan pembagunan yang nomer satu.
    2. karena pertanian di NTB ini tidak pernah dilaksanakan dengan apa yang di perintahkan dari atas dan pegawai pertanian banyak yang menyalah gunakan modal yang diberikan oleh pemerintah dan tidak majunya pertanian diNTB disebabkan oleh :
    • Kurangnya perhatian pemerintah
    • Kurangnya modal
    • Kultur/budaya
    • Teknologi

    3. Sapta Usaha
    a. Penggunaan bibit unggul
    Pemilihan bibit unggul adalah langkah pertama yang dilakukan oleh para petani pada sapta usaha tani. Bibit unggul adalah jenis bibit yang memiliki sifat-sifat menguntungkan bagi peningkatan produksi pangan. Pemilihan bibit sangat berpengaruh besar pada hasil panen yang akan dihasilkan nantinya.

    b. Teknik pengolahan lahan pertanian
    Proses kedua yang dilakukan pada sapta usaha tani adalah pengolahan tanah secara baik. Mengolah tanah bertujuan agar tanah yang ditanami dapat menumbuhkan tanaman secara baik dan membuahkan hasil yang berlimpah. Sebagai masyarakat agraris, bangsa Indonesia sejak zaman dahulu telah mengenal cara-cara mengolah tanah agar mendapatkan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beberpa alat sederhana yang dulu digunakan diantaranya : cangkul, garu, garu tangan, bajak, landak, dan lain sebagainya.

    c. Pengaturan irigasi
    Untuk meningkatkan produksi perlu diatur sistem irigasi atau pengairan yang baik karena air merupakan kebutuhan vital bagi tanaman. Selain membantu pertumbuhan tanaman secara langsung, air bagi lahan petanian juga berfungsi membantu mengurangi atau menambah kesamaan tanah. Air membantu pelarutan garam-garam mineral yang sangat diperlukam oleh tumbuhan.

    d. Pemupukan
    Memberikan pupuk pada tanaman pada prinsipnya adalah memberikan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Secara alamiah, di dalam tanah telah terkandung beberapa unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Namun masih perlu ditambah untuk mandapatkan jumlah unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan harus dilakukan dengan tepat, baik dalam jumlah pupuk, masa pemupukan maupun jenis pupuknya dan pemupukan tidak boleh lakukun dengan cara sembarangan

    e. Pemberantasan hama
    Proses selanjutnya adalah pemberantasan hama,gulma,dan penyakit. Pada prinsipnya pemberantasaan hama,gulma,dan penyakit bertujuan untuk mencegah tanaman mati karena diserang oleh hama,gulma, atau penyakit tanaman.

    f. Penanganan Panen Dan Pasca Panen
    Pasca panen adalah kegiatan yang dilakukan para petani setelah melakukan pemanenan tanaman yang ditanam.
    g. Pemasaran
    Pemasaran yang baik termasuk hal yang penting dalam sapta usaha tani. Misalnya, apabila hasil panen baik tetapi cara pemasran kurang sama saja petani akan merugi. Pada zaman dahulu, dikarenakan petani sering membutuhkan dana yang sifatnya secara mendadak dan dalam jumlah yang cukup besar, petani biasanya menjual gabah dengan sistem hijau / ijon. Sistem hijau atau ijon ialah menjual hasil panen saat kondisi padi masih hijau. Hal ini sangat merugikan bagi para petani, karena jumlah pengeluaran lebih besar dari hasil yang didapat. Namun, hal ini lama-lama dihilangkan karena BULOG langsung membeli gabah dari para petani.

    4. a. Suhu
    Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanama Suhu berkorelasi positif dengan radiasi mata hari Suhu: tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman.
    b. Kualitas Air
    Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.
    c. Kesesuain tempat
    Hal yang harus dilakukan oleh petani sebelum menanam tanaman adalah kesesuaian tempat, apabila tempatnya tidak sesuai maka pertumbuhannya tidak akan normal.

    5. Sejarah Pertanian
    Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat dan mengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanaman semusim, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan. Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untuk pertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat. Contoh budaya semacam ini masih terlihat pada masyarakat yang menerapkan sistem perladangan berpindah (slash and burn) di Kalimantan dan Papua.
    Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktik pertanian pertama kali berawal di daerah “bulan sabit yang subur” di Mesopotamia sekitar 8000 SM. Pada waktu itu daerah ini masih lebih hijau daripada keadaan sekarang. Berdasarkan suatu kajian, 32 dari 56 spesies biji-bijian budidaya berasal dari daerah ini. Daerah ini juga menjadi satu dari pusat keanekaragaman tanaman budidaya (center of origin) menurut Vavilov. Jenis-jenis tanaman yang pertama kali dibudidayakan di sini adalah gandum, jelai (barley), buncis (pea), kacang arab (chickpea), dan flax (Linum usitatissimum).
    Di daerah lain yang berjauhan lokasinya dikembangkan jenis tanaman lain sesuai keadaan topografi dan iklim. Di Tiongkok, padi (Oryza sativa) dan jewawut (dalam pengertian umum sebagai padanan millet) mulai didomestikasi sejak 7500 SM dan diikuti dengan kedelai, kacang hijau, dan kacang azuki. Padi (Oryza glaberrima) dan sorgum dikembangkan di daerah Sahel, Afrika 5000 SM. Tanaman lokal yang berbeda mungkin telah dibudidayakan juga secara tersendiri di Afrika Barat, Ethiopia, dan Papua. Tiga daerah yang terpisah di Amerika (yaitu Amerika Tengah, daerah Peru-Bolivia, dan hulu Amazon) secara terpisah mulai membudidayakan jagung, labu, kentang, dan bunga matahari.
    Kondisi tropika di Afrika dan Asia Tropik, termasuk Nusantara, cenderung mengembangkan masyarakat yang tetap mempertahankan perburuan dan peramuan karena relatif mudahnya memperoleh bahan pangan. Migrasi masyarakat Austronesia yang telah mengenal pertanian ke wilayah Nusantara membawa serta teknologi budidaya padi sawah serta perladangan.
    Secara umum dapat dikatakan bahwa pertanian bermula sebagai dampak perubahan iklim dunia dan adaptasi oleh tanaman terhadap perubahan ini.
    Zaman Perkembangan Pertanian.
    Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan zaman yang turut menentukansistem pertanian kuno. Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung,dan jutu tulis-juru tulis.Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan.Administrasi untuk surplus yang harus disimpan mendesak kebutuhan sistem akuntansi. Pemecahan masalah ini datang 6.000 tahun yang lalu dengan terciptanya tulisan-tulisan yang merupakan awal kebudayaan. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya, walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke India dan Cina. Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur. Kebudayaan kuni dari Mesopotamia – Sumeria, Babilonia, Asiria, Cahldea – mengembangkan pertanian yang bertambah kompleks dan terintegrasi. Reruntuhan menunjukkan sisa
    teras-teras, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi. Emapt ribu tahun yang lalu
    saluran irigasi dari bata dengan sambungan beraspal membantu areal seluas 10.000 mil
    persegi tetap ditanami untuk memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM sudah dikenal 900 tanaman. Pengetahuan tentang pertanian kuno di mana pun tidak lebih banyak dari pada di Mesir, di mana pasri yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan. Sepanjang Sungai Nil diciptakan kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai. Di kebun buah (orchard), kurma, anggur, ara, lemon dan delima diusahakan. Kebun sayur berisi ketimun, articoke, bawang putih, perai, bawang bombay, slada, menta, endewi, cikori, logak, dan berbagai labu. Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut phoenicia meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang muncul.

    Suka

  2. Nama mahasiswa : Habibullah
    NIM : C1M010130
    Program Studi : Agroekoteknologi

    UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU PERTANIAN

    SOAL:
    1. Jalaskan mengapa pertanian dengan berbagai aktifitasnya sangat penting bagi manusia?
    2. Nusa Tenggara Barat adalah provinsi yang menjadi lumbung padi nasional, seperti provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Namun dari berbagai informasi dan berita, sering kita mendengar atau membaca bahwa masih ada warga NTB yang kelaparan dan kekurangan gizi. Jika ditinjau dari persepektif bidang pertanian, mengapa bisa terjadi keadaan seperti ini bisa terjadi?
    3. pertanian khususnya dalam pertanian bercocok tanam akan berhasil dengan baik, jika petani melakukan Sapta Usaha dalam kegiatan usaha taninya. Apakah saja Sapta Usaha tersebut? Jelaskan secara ringkas!
    4. Apakah faktor lingkungan yang paling berpangruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman pertanian? Berikan alasan logis yang saudara anggap paling banar!
    5. Uraikan bagaimana sejarah pertanian sejak awal sampai menjadi pertanian yang modern seperti sekarang ini, ditinjau dari fase kehidupan manusia yang berburu, berpindah-pindah sampai menetap!

    JAWABAN:
    1. Karena di Indonesia sendiri sebagian besar rakyatnya adalah petani. Di dalam pertanian ada salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi kehidupan manusia yaitu padi atau beras. Beras merupakan makanan pokok bagi manusia saat sekarang ini.
    2. Di NTB kehidupan masyarakatnya adalah sebagai petani. Walaupun sebagai petani tetapi tidak sesejahtera sebagai seorang pegawai negeri karena pendapatan petani masih kurang dan hanya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan untk makan saja, tidak seperti pegawai negeri yang pendapatannya dapat digunakan untuk kebutahan yang lebih mewah. Petani juga masih menerapkan Usaha Pertanian secara sederhana sehingga hasil yang didapatkan tidak maksimal dan tidak dapat mencukupi kehidupannya sehari-hari, akibatnya banyak petani yang masih hidup kelaparan dan kekurangan gizi. Selain diterapkannya Usaha Pertanian secara sederhana, ada beberapa factor yang tidak mendukung keberhasilan dalam Usaha Pertanian, yaitu:
    • Kurangnya perhatian pemerintah
    • Kurangnya modal
    • Kultur/budaya
    • Teknologi

    3. Sapta Usaha
    a. Penggunaan bibit unggul
    Pemilihan bibit unggul adalah langkah pertama yang dilakukan oleh para petani pada sapta usaha tani. Bibit unggul adalah jenis bibit yang memiliki sifat-sifat menguntungkan bagi peningkatan produksi pangan. Pemilihan bibit unggul juga sangat menunjang akan hasil padi yang dihasilkan nantinya. Adapun ciri-ciri benih yang baik adalah sebagai berikut :
    •Berlabel
    •Bermutu tinggi
    •VUTW ( varietas unggul tahan wereng )
    •Kemampuan berproduksi tinggi

    b. Teknik pengolahan lahan pertanian
    Proses kedua yang dilakukan pada sapta usaha tani adalah pengolahan tanah secara baik. Mengolah tanah bertujuan agar tanah yang ditanami dapat menumbuhkan tanaman secara baik dan membuahkan hasil yang berlimpah.. Berikut ini adalah syarat-syarat tanah yang baik adalah:
    1.Memiliki cukup rongga udara, gembur, dan tidak padat.
    2.Mengandung banyak unsur organik
    3.Banyak mengandung mineral dan unsur hara
    4.Mampu menahan air
    5.Memiliki kadar asam dan basa tertentu.

    c. Pengaturan irigasi
    Untuk meningkatkan produksi perlu diatur sistem irigasi atau pengairan yang baik karena air merupakan kebutuhan vital bagi tanaman. Selain membantu pertumbuhan tanaman secara langsung, air bagi lahan petanian juga berfungsi membantu mengurangi atau menambah kesamaan tanah. Air membantu pelarutan garam-garam mineral yang sangat diperlukam oleh tumbuhan.

    d. Pemupukan
    Memberikan pupuk pada tanaman pada prinsipnya adalah memberikan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Secara alamiah, di dalam tanah telah terkandung beberapa unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman
    e. Pemberantasan hama
    Proses selanjutnya adalah pemberantasan hama,gulma,dan penyakit. Pada prinsipnya pemberantasaan hama,gulma,dan penyakit bertujuan untuk mencegah tanaman mati karena diserang oleh hama,gulma, atau penyakit tanaman. Serangan hama dan penyakit tanaman akan nmenurunkan tingkat produktifitas tanaman bahkan gagal sama sekali. Maka dari itu proses ini sangat diperhatikan.
    f. Penanganan Panen Dan Pasca Panen
    Pasca panen adalah kegiatan yang dilakukan para petani setelah melakukan panen. Di pulau jawa panen dilakukan tiga kali dalam satu tahun, dengan umur padi sampai dengan panen kurang lebih empat bulan. Contoh kegiatannya antara lain menanam jenis tanaman yang berbeda (selain tanaman pokok) yang umurnya pendek. Hal ini ditujukan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dan, selain itu juga dapat menambah penghasilan petani.
    g. Pemasaran
    Pemasaran yang baik termasuk hal yang penting dalam sapta usaha tani. Misalnya, apabila hasil panen baik tetapi cara pemasran kurang sama saja petani akan merugi.

    4. a. Suhu
    Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanama Suhu berkorelasi positif dengan radiasi mata hari Suhu: tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman.
    b. Kualitas Air
    Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.
    5. Sejarah Pertanian
    Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat dan mengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanaman semusim, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan. Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untuk pertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat. Contoh budaya semacam ini masih terlihat pada masyarakat yang menerapkan sistem perladangan berpindah (slash and burn) di Kalimantan dan Papua.
    Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktik pertanian pertama kali berawal di daerah “bulan sabit yang subur” di Mesopotamia sekitar 8000 SM. Pada waktu itu daerah ini masih lebih hijau daripada keadaan sekarang. Berdasarkan suatu kajian, 32 dari 56 spesies biji-bijian budidaya berasal dari daerah ini. Daerah ini juga menjadi satu dari pusat keanekaragaman tanaman budidaya (center of origin) menurut Vavilov. Jenis-jenis tanaman yang pertama kali dibudidayakan di sini adalah gandum, jelai (barley), buncis (pea), kacang arab (chickpea), dan flax (Linum usitatissimum).
    Di daerah lain yang berjauhan lokasinya dikembangkan jenis tanaman lain sesuai keadaan topografi dan iklim. Di Tiongkok, padi (Oryza sativa) dan jewawut (dalam pengertian umum sebagai padanan millet) mulai didomestikasi sejak 7500 SM dan diikuti dengan kedelai, kacang hijau, dan kacang azuki. Padi (Oryza glaberrima) dan sorgum dikembangkan di daerah Sahel, Afrika 5000 SM. Tanaman lokal yang berbeda mungkin telah dibudidayakan juga secara tersendiri di Afrika Barat, Ethiopia, dan Papua. Tiga daerah yang terpisah di Amerika (yaitu Amerika Tengah, daerah Peru-Bolivia, dan hulu Amazon) secara terpisah mulai membudidayakan jagung, labu, kentang, dan bunga matahari.
    Kondisi tropika di Afrika dan Asia Tropik, termasuk Nusantara, cenderung mengembangkan masyarakat yang tetap mempertahankan perburuan dan peramuan karena relatif mudahnya memperoleh bahan pangan. Migrasi masyarakat Austronesia yang telah mengenal pertanian ke wilayah Nusantara membawa serta teknologi budidaya padi sawah serta perladangan.
    Secara umum dapat dikatakan bahwa pertanian bermula sebagai dampak perubahan iklim dunia dan adaptasi oleh tanaman terhadap perubahan ini.
    Zaman Perkembangan Pertanian.
    Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan zaman yang turut menentukansistem pertanian kuno. Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung,dan jutu tulis-juru tulis.Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan.Administrasi untuk surplus yang harus disimpan mendesak kebutuhan sistem akuntansi. Pemecahan masalah ini datang 6.000 tahun yang lalu dengan terciptanya tulisan-tulisan yang merupakan awal kebudayaan. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya, walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke India dan Cina. Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur. Kebudayaan kuni dari Mesopotamia – Sumeria, Babilonia, Asiria, Cahldea – mengembangkan pertanian yang bertambah kompleks dan terintegrasi. Reruntuhan menunjukkan sisa
    teras-teras, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi. Emapt ribu tahun yang lalu
    saluran irigasi dari bata dengan sambungan beraspal membantu areal seluas 10.000 mil
    persegi tetap ditanami untuk memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM sudah dikenal 900 tanaman. Pengetahuan tentang pertanian kuno di mana pun tidak lebih banyak dari pada di Mesir, di mana pasri yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan. Sepanjang Sungai Nil diciptakan kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai. Di kebun buah (orchard), kurma, anggur, ara, lemon dan delima diusahakan. Kebun sayur berisi ketimun, articoke, bawang putih, perai, bawang bombay, slada, menta, endewi, cikori, logak, dan berbagai labu. Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut phoenicia meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang muncul.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: