Bahan Kuliah Pancasila dan PKN


Bab I
LANDASAN MEMPELAJARI PANCASILA

Landasan mempelajari Pancasila di dasari pada salah satu sifat asasi manusia, yaitu sifat atau hasrat “ingin tahu” sifat asasi ini bukan hanya “ingin tahu” saja, melainkan ingin tahu yang benar. Setelah mengetahuinya maka manusia itu cenderung menghubungkan manfaatnya dengan dirinya.

Beberapa landasan untuk istilah Pancasila yaitu :
1. Landasan Historis (sejarah)
Istilah Pancasila ada pada mulanya di kitab budha yaitu :
a. Kitab Tripitaka.
b. Zaman majapahit Pancasila ditemukan pada buku negara kertagama yang dibuat oleh mpu prapanca yang artinya lima dasar/pedoman.
c. BPUPKI 1 juni 1945
Nilai Pancasila lahir dari nenek moyang, buktinya dari zaman dulu nenek moyang kita sudah yakin bahwa Tuhan itu ada.
2. Landasan Kultural (budaya)
Digali dari nilai kebudayaan dan agama yang kemudian dikonsep.
3. Landasan Yurudis (hukum)
Pancasila dasar negara dan sumber dari segala hukum Indonesia.
4. Landasan Filosofis
Dari hasil perenungan didapat hasil yang palin benar untuk mencapai cita-cita.
Bab II
TUJUAN MEMPELAJARI PANCASILA

Tujuan mempelajari Pancasila adalah mengetahui Pancasila yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan.

Secara umum ada 2 tujuan, yaitu :
1. Yuridis Konstitusional
Pancasila adalah dasar negara yang dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara, karena itu tidak setiap orang boleh memberikan pengertian atau tafsiran menurut pendapatnya sendiri.
2. Obyektif Ilmiah
Pancasila adalah suatu paham filsafat, sehingga uraiannya harus logis dan dapat diterima oleh akal sehat.

Bab III
PENGERTIAN PANCASILA

Secara etimologi (bahasa)
Pancasila : Panca= lima Sila=dasar
Dari buku negara Kertagama karangan Mpu Prapanca di kitab Negara Kertagama 5 dasar yang dimaksud adalah 5 larangan yaitu :
1. Membunuh : Mateni.
2. Mencuri : Maling.
3. Berjudi : Main.
4. Berzina : Madon.
5. Minum2 keras : Mabok.

Secara terminologi
Pancasila adalah rumusan dasar negara sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD’45.
Dari segi perumusan isi Pancasila mengalami perubahan sesuai dengan perubahan zaman yaitu antara lain :

1. Rapat BPUPKI – PPKI (29 Mei – 12 Juni 1945)
A. Menurut Muh. Yamin.
1. Pri Kebangsaan
2. Pri Kemanusiaan.
3. Pri Ketuhanan.
4. Pri Kerakyatan
5. Pri Kesejahteraan rakyat.

B. Menurut Soekarno
1. Nasionalisme/kebangsaan.
2. Internasionalisme/pri kemanusiaan.
3. Mufakat demokrasi.
4. Kesejahteraan sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.
5 dasar tersebut kemudian di peras menjadi 3 dasar yang disebut Trisila yaitu :
1. Sosionasional.
2. Sosiodemokrasi.
3. Ketuhanan Yang Maha Esa.
dari 3 dasar dipangkas lagi menjadi 1 dasar yang disebut Ekasila yaitu :
Gotong royong.

C. Menurut Prof. Supomo 5 dasar bagi Indonesia adalah:
1. Negara integralistik.
2. Agama diserahkan kepada golongan masing-masing.
3. Pembentukan badan permusyawaratan.
4. Ekonomi kekeluargaan.
5. Hubungan antar bangsa.

D. Piagam jakarta.
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Undang Undang Dasar 1945.
Terdapat pada pembukan alenia – 4 yang berbunyi sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. UUD RIS 29 Des ’49 – 5 Juli ‘59
1. Ketuhanan yang maha esa.
2. Pri kemanusiaan.
3. Kebangsaan.
4. Kerakyatan.
5. Keadilan sosial.

4. UUD Sementara 1950 – 1959
Sama dengan RIS.

5. Kembali ke UUD’45
Sila Pancasila kembali pada rumusan seperti pada pembukaan UUD’45 pada alinea-4.
Bab IV
FUNGSI PANCASILA
1. Dasar Negara.
Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

2. Sumber Hukum Tertinggi
Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum bagi negara republik Indonesia. Yang terdapat pada ketetapan MPR no. V/MPR/1973 dan ketetapan MPR no. IX/MPR/1978.

3. Falsafah Negara.
Mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana, baik, sesuai bagi bangsa Indonesia hingga berfungsi mempersatukan bangsa Indonesia.
a. Sumber falsafah :
Akal fikiran manusia yang menuju kebenaran dan kesempurnaan.
b. Sifat falsafah negara
Dapat diubah sesuai dengan kesepakatan bersama.

4. Ideologi Bangsa.
Ide/gagasan/pandangan hidup bangsa dalam mencapai tujuan bernegara/tujuan hidup.
Tujuannya :
Ide/gagasan dari beberapa orang yang disetujui dan disepakati bersama terutama dalam bidang ekonomo dan politik.
Beda dengan ideologi komunis, sosialis dll yang merupakan ide segelintir orang.
Ex : Karl Marx, Lenin dll.

5. Pandangan Hidup Bangsa.
Pancasila digunakan sebagai pedoman semua aktivitas hidup dan kehidupan didalam segala bidang dan harus dijiwai dan merupakan pancaran dari sila Pancasila.

6. Jiwa Bangsa/Kepribadian Hidup Bangsa.
Jiwa bangsa : Pancasila sebagai jiwa bangsa karena lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia.
Kepribadian hidup bangsa : diwujudkan dalam sikap mental, dan tingkah laku serta amal/perbuatan dari bangsa Indonesia yang mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dengan bangsa lain , ciri khas inilah yang kita maksud dengan kepribadian, kepribadian bangsa Indonesia adalah Pancasila.

7. Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia.
Pancasila dicetuskan oleh wakil-wakil rakyat Indonesia yang ada pada waktu itu. Yang mengandung cita-cita yang murni untuk memajukan bangsa, Pancasila yang disepakati oleh wakil-wakil rakyat Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD’45 alinea-4.

Bab V
NILAI, NORMA DAN MORAL
A. Nilai.
Hasil penilaian/pertimbangan “baik/tidak” terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Nilai terbagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Nilai Material
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia , nilai ini dapat diukur dengan mudah.
Misal : alat pengukur berat (kilogram)
alat pengukur panjang (meter)
alat pengukur isi (liter)
dan lain-lain.
2. Nilai Vital
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan/aktivitas.
3. Nilai Spiritual/Kerohanian
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dapat Dibedakan atas 4 macam yaitu
A. Nilai Kebenaran/kenyataan yang bersumber pada unsur akal manusia (ratio, budi, cipta)
B. Nilai Keindahan, yang bersumber pada unsur rasa manusia (perasaan)
C. Nilai Kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/kemauan manusia (karsa)
D. Nilai Relegius yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila
1. Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Keyakinan terhadap Tuhan YME dengan sifat-sifatnya yaitu Maha Sempurna, Kasih, Adil,
Bijaksana,Kuasa dll
b. Ketakwaan kepada tuhan yme yaitu mematuhi perintah-nya dan menjauhi larangan-nya.
2. Sila II kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Pengakuan terhadap adanya martabat manusia.
b. Pengakuan yang adil terhadap sesama manusia.
c. Pengertian manusia yang beradab yaitu manusia itu berakal, mempunyai perasaan dsbnya,
yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya.
3. Sila III persatuan Indonesia
a. Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.
b. Bangsa Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.
c. Pengakuan terhadap bhineka tunggal ika yang berarti pengakuan terhadap kebudayaan, suku yang berbeda-beda tetapi satu jiwa.
4. Sila IV kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
a. Kedaulatan negara adalah di tangan rakyat.
b. Pemimpin kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
c. Manusia Indonesia sebagai warga negara serta masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
d. Musyawarah untuk mufakatdicapai dalam permusyawartan wakil-wakil rakyat.
5. Sila V keadilan sosial bagi seluh rakyat Indonesia.
a. Perwujudan keadilan sosial dalam kehidupan sosial meliputi seluruh rakyat Indonesia.
b.Keadilan dalam kehidupan sosial terutama meliputi bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, pertahanan keamanan.
c. Cita-cita masyarakat adil dan makmur yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
d. Keseimbangan antara hak dan kewajiban, dan menghormati hak orang lain.
e. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.

B. Norma
Norma disebut juga kaidah adalah petunjuk tingkah laku yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan berdasarkan suatu alasan tertentu dengan disertai sangksi.

C. Sanksi
Sanksi adalah akibat yang akan diterima apabila norma tidak dilakukan.

Hubungan nilai, norma, sanksi.
Hubungan nilai, norma, sanksi sangat penting karena penjelasan nilai menjadi norma akan mempengaruhi pelaksanaan dari nilai-nilai itu.

Dari hubungan nilai, norma dan sanksi timbullah macam-macam norma dengan sanksinya misalnya :
1. Norma agama, dengan sanksi agama.
2. Norma kesusilaan, dengan sanksi rasa susila
3. Norma sopan santun dengan sanksi sosial dari masyarakat
4. Norma hukum, dengan sanksi hukum dari pemerintah (alat-alat negara)
Bab VII
HAK ASASI MANUSIA (HAM)

Hak Asasi Manusia
Adalah hak dasar/hak kodrat yang azasi dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hakekat diri sebagai manusia.

Sejarah Lahirnya Ham
Ham lahir semenjak manusia itu ada.
1. Magna Charta tahun 1215
Dicetuskan oleh John locke dari inggris yang merupakan awal lahirnya ham di dunia.
2. Revolusi Amerika tahun 1776
Tahun 1776 america merdeka dari perancis.
America menuntut adanya hak bagi setiap orang untuk hidup merdeka (independence —- semua negara berhak untuk merdeka)
3. Revolusi Perancis 1789
Bertujuan membebaskan manusia warga negara perancis dari kekangan kekuasaan mutlak dari seorang raja penguasa tunggal negara (absolut monarki) dengan istilah “droit de i home” artinya hak manusia.

Perkembangan HAM
1. Duham
Deklarasi universal of human right , merupakan pengakuan bangsa dunia tentang ham. Yang dideklarasikan oleh pbb pada 10 des 1948. Latar belakang lahirnya ham karena waktu pd i dan setelah pd ii banyak terjadi pelanggaran ham.
Ex : pembunuhan massal.
2. Tahun 1976 konvenen civil, politik
3. Convenen sosial budaya.
Hak ekonomi sosial budaya dapat terpenuhi apabila hak civil dan politik terpenuhi.
4. Akhir abad 20
Tidak ada lagi pertentangan convenan civil politik dengan konvenan ekonomi sosial budaya

Yang Mempengaruhi Perkembangan Ham
yang mempengaruhi perkembangan ham karena ada 2 blok kekuasaan yaitu :
1. Liberal
Lebih menitik beratkan pada ham individual.
Keuntungan : hak asasi terjamin.
Kelemahan : keenjangan/pemisahan masyarakat.
2. Sosialis/komunis.
Ham berbentuk komonal yaitu batasan ham negara yang mengatur.
Keuntungan : kesamaan/kesinambungan terutama dalam bidang Materi
Kelemahan : negara bersifat tirani (tirani berkembang).

Pembagian HAM
Menurut Rosevelt ham terbagi menjadi 4 kebebasan yaitu :
1. Kebebasan berbicara.
2. Kebebasan untuk memeluk agama.
3. Kebebasan dari rasa takut/ketakutan.
4. Kebebasan dari rasa lapar.

Secara umum pembagian /macam-macam ham
Dari keempat pembagian ham maka secara umum ham dibagi menjadi :
1. Personal Right (hak asasi pribadi)
Meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak dan sebagainya.
2. Property Right (hak asasi ekonomi)
Yaitu hak untuk memiliki sesuatu, membeli, menjualnya, serta memanfaatkannya.
3. Right of Legal Equality
Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
4. Political Right (hak asasi politik)
Hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (memilih dan dipilih dalam pemilihan umum), hak mendirikan partai politik, dan sebagainya.
5. Procedural Right
Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan, misalnya peraturan dalam hal penangkapan, penggeledahan, peradilan, dan sebagainya.
6. Social and Culture Right (hak asasi kebudayaan dan sosial)
Misalnya hak untuk memilih pendidikan, mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.

Ham dalam Pancasila
1. Sila I (ketuhanan yang maha esa)
• Hak pribani untuk menganut suatu agama dan beribadah.
2. Sila II (kemanusiaan yang adil dan beradab
• Hak untuk hidup damai dan tidak ditindas.
• Kebebasan dari rasa takut, tidak diperbudak, diskriminasi.
• Kebebasan mengembangkan diri bidang sosial budaya.
• Hak untuk mendapat pendidikan, informasi
• Adanya jaminan sosial, ex : jaminan hari tua.
3. Sila III (persatuan dan kesatuan)
• Hak untuk membela negara.
• Hak menjaga integritas negara.
• Hak untuk memilih kewarganegaraan.
4. Sila IV (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan)
• Hak politik untuk mengeluarkan pendapat, berkumpul (berorganisasi)
• Hak untuk dipilih dan memilih.
5. Sila V (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
• Hak untuk diperlakukan sama didepan umum.
• Hak untuk diperlakukan sama dalam tata peradilan.
• Hak untuk dianggap tidak bersalah sampai ada putusan hakim yang tetap.
• Hak untuk diperlakukan/hak sebagai tersangka
Ex ; hak untuk didampingi pengacara.

Bab VIII
DEMOKRASI PANCASILA

Demokrasi berasal dari bahasa yunani yang artinya :
Demos : Rakyat
Kratos : Pemerintahan
Di zaman Yunani yang dimaksud demokrasi asalnya dari negara polis dimana rakyat dan wilayah masih sedikit hingga sistim demokrasi langsung dapat dijalankan dimana rakyat secara langsung dapat menentukan sikap serta kebijakan untuk dapat menentukan siapa yang bisa ditunjuk sebagai pemimpin.
Makin lama rakyat serta wilayah makin banyak sehingga demokrasi langsung tidak dapat dipakai lagi maka lahirlah demokrasi tak langsung dimana tiap-tiap wilayah , rakyat mempunyai wakilmasing masing.

Demokrasi menurut Abraham Lincoln 1863 (Amerika)
Pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.

Macam-macam demokrasi
1. Demokrasi Liberal
a. Lebih condong ke arah politik.
b. Rakyat lebih bebas berkreasi dan berpendapat.
2. Demokrasi Sosialis
a. Rakyat tidak bisa bergerak leluasa dibidang politik
b. Demokrasi dititik beratkan pada tujuan negara saja yaitu kekejahteraan
c. Kebenaran ada pada negara bukan individu.

Jalan atau tidak nya sebuah demokrasi (disebut pilar-pilar demokrasi) dapat dilihat dari :
Pilar-pilar demokrasi
1. Adanya exekutif yang bertanggung jawab
2. Legislatif yang dipilih dalam sebuah pemilihan yang jujur dan adil yang tugasnya mengontrol pemerintahan.
3. Lembaga peradilannya bersifat bebas dan merdeka intervensinya.
4. Hidupnya organisasi-organisasi politik.
5. Kebebasan pers.

Faktor-faktor agar pilar-pilar demokrasi terlaksana :
1. Ada perlindungan dalam konstitusi terutama perlindungan hak asasi manusia
2. Penegakan hukum terutama untuk negara hukum.
3. Adanya pemisahan kekuasaan yang jelas antara lembaga-lembaga (sistim)
4. Pemilu yang bebas.

Sejarah demokrasi Pancasila di Indonesia
1. 1945-1959
Dari masa setelah merdeka sampai masa dekrit presiden (masa ini adalah masa yang paling demokratis di Indonesia)1953 Sudah ada uu umum 1955 Pemilu dan parpol banyak
2. 1959-1966
Demokrasi sudah banyak disalah gunakan, pada masa ini demokrasi berbentuk demokrasi terpimpin.
3. 1966-1998
Lahirnya demokrasi Pancasila 1966-1968
Sistim demokrasi Pancasila dapat dilihat pada sila IV
Pancasila tentang sistim pemerintahan dalam arti kebenaran untuk kepentingan/ bermanfaat untuk kepentingan umum
Demokrasi Pancasila merupakan perpaduan kepercayaan kepada tuhan yme dan unsur ratio.

Bab IX
IDEOLOGI

Pengertian Ideologi.
adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang terkait ide dan pemikiran.

Pengertian secara umum
Adalah ilmu yang mempelajari tentang pemikiran atau gagasan tentang sebuah cita-cita yang disusun secara sistematis baik dari bidang sosial, politik, ekonomi,dalam suatu negara atau bangsa.

Pengertian ideologi menurut beberapa ahli :
1. Padmo wahyono.
Ideologi adalah suatu kesatuan yang bulat dan utuh dari ide dasar.
2. Mubyarto.
Ideologi adalah sejumlah laten atau kepercayaan dan simbol-simbol dari kelompok masyarakat / bangsa yang menjadi pegangan atau ayoman untuk mencapai tujuan bangsa.
3. Soeryanto poepowardoyo.
Ideologi adalah kompleks pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi serta menetukan sikap dasar untuk mengolahnya.

Fungsi ideologi
1. Memotifasi seseorang untuk mencapai cita-cita.
2. Penunjuk arah/jalan karena berisi visi atau gagasan mencapai cita-cita.
3. Mempersatukan gagasan-gagasan untuk mencapai satu kesatuan ide.
Sifat ideologi.
1. Tertutup dengan ciri :
Bersifat statis karena dibuat oleh sekelompok orang/orang tertentu yang berasal dari
penguasa.
2. Terbuka dengan ciri :
Bersifat dinamis karena tidak dibuat oleh sekelompok/orang, tapi hanya dirumuskan oleh
sekelompok/orang yang berasal dari nilai bengsa tersebut.

Ideologi besar dunia
1. Liberal (hadir ketika konserfatif dimana kekuasaan raja absolut)
Politik : demokrasi (montesqui). Masyarakat diberi kebebasan berpolitik.
Ekonomi : kebebasan pasar (adam smith) Kebebasan pangsa pasar
Sosial : agama, Bebas dalam beragama dalam arti bebas untuk memeluk atau tidak memeluk suatu agama.
2. Sosialis.
Politik : tidak demokrasi, tidak ada kebebasan, asas politik bersifat totaliter (segalanya Tergantung pada negara).
Ekonomi: persamaan di bidang meteri, menerapkan sistim monopoli
Sosial : anti tuhan.

Ideologi Pancasila
Adalah ide atau gagasan yang terdapat dalam pengertian serta nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila untuk mewujudkan cita-cita bangsa berdasarkan Pancasila.
• Politik : musyawarah dan mufakat – demokrasi.
• Ekonomi: asas kekeluargaan.
• Sosial : kebiasaan beribadah.
Sumber ideologi Pancasila
1. Secara langsung (segi pembuatan) yaitu bpupki, pppki.
2. Secara tidak langsung
Dari nilai-nilai yang hidup pada jiwa bandsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu yaitu nilai kebiasaan, nilai adat istiadat, nilai religius.
Bab x
FALSAFAH PANCASILA

Pengertian falsafah
Falsafah berasal dari kata philosophi
Philein : mencari/mencintai
Sophia : kebenaran/kebijaksanaan
Pengertian philosophi adalah hasil dari daya fikir manusia untuk mencari kebenaran atau mencari hakekat kebenaran secara : mendalam, radikal, sistematis.
hakekat kebenaran dapat dilihat dari :
1. Logika.
Mencari benar dan salah.
2. Metafisika.
Tentang apa yang kita ketahui
3. Retorika
Ilmu tentang berbicara mencari sesuatu dengan kalimat yang berbeda
4. Estetika
Tentang keindahan.
5. Etika
Tentang hal yang baik.

Hakekat yang dihasilkan oleh orang filsafat bersifat relatif dalam arti terhadang ruang dan waktu.

Falsafah Pancasila
1. Sila i ketuhanan yang maha esa.
1. Menyatakan bahwa kita mempercayai adanya tuhan, yang dijawab oleh adanya agama yaitu mengenai keinginan manusia yang tidak bertepi.
2. Mengakui ada sesuatu yang mengatur diluar kehendak kita.
2. Sila II kemanusiaan yang adil dan beradab
Batasannya
Yang adil : sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Beradab : nilai manusia/beradab sesuai dengan nilai manusia yang batasannya nurani.
3. Sila III Pancasila persatuan Indonesia
Asas persatuan di Indonesia adalah bhineka tunggal ika dimana menjadikan suatu perbedaan menjadi perekat dari kesatuan
Nilai persatuan : nasionalisme yang dicerminkan sikap
Patriotisme(mempertahankan).
Batasan nasionalisme boleh membanggakan Negara kita tanpa merendahkan NegaraLain/harus menghargainegara lain.
4. Sila IV Pancasila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan perwakilan.
1. Mengakui kedaulatan negara di tangan rakyat.
2. Hikmah kebijaksanaan
mengambil keputusan harus Berdasarkan ratio namun tetap mengacu pada
tuhan.
3. Musyawarah untuk mufakat
untuk menyatukan pendapat Dengan mengambil kebaikan-kebaikan.
5. Sila V keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
1. Keadilan sosial
persamaan ekonomi :
yang mengakui hak pribadi (bersifat sosial) seseorang.
Persamaan dalam bidang hukum
Semua warga negara mempunyai hak dan kedudukan yang sama di mata hukum.
2. Kesejahteraan masyarakat

1. Terjadi perbedaan konsepsi antara penguasa Indonesia terdahulu setelah merdeka antara lain yaitu :
Soekarno, Soepomo vs Hatta, Yamin
• Versi Soekarno, Soepomo
ham yang diatur dalam uu adalah sistim Komonal.
• Versi Hatta, Yamin
adanya hak kontra dari rakyat,Tertuang dalam pasal 28 (merupakan perjuangan hatta, yamin)
2. Tiap-tipa warga negara berhak mendapatkan hak asasi manusia tertuang dalam pasal 27 (2), 28, 31.
3. Penelitian unesco mengatakan bahwa sistim demokrasi adalah sistim pemerintahan yang terbaik didunia.
4. Semakin demokrasi suatu negara maka kepastian hukum bisa tercapai dan bisa disebut negara itu negara hukum
5. Demokrasi Pancasila dapat dilihat secara textual pada tap mpr noxxvii/68.
6. Mengapa demokrasi Pancasila melenceng ?
Karena dasar berpijak/konstitusi tidak kokoh.
7. Tap mpr no 37/38
Mengatakan demokrasi Pancasila adalah demokrasi Indonesia yang bertujuan memelihara kesatuan masyarakat, anti hidup berpartai-partai, pro hidup rukun dan damai berpendirian sama tinggi dan sama rendah.
8. Yang di pakai zaman Orde Baru 1968 adalah demokrasi sosialis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s